Minggu, 21 Juli 2013

5 Negara yang Mengabadikan Nama Soekarno

1. Rusia
Mesjid Biru Soekarno di St. Petersburgh




















Di negeri komunis Uni Soviet, nama Soekarno sangat dikenal. Bukan hanya dianggap sebagai
 teman dalam Perang Dingin melawan poros Barat, namun juga sebagai presiden muslim yang
 memberikan “berkah” sebagian muslim di negeri palu arit. Semua berawal ketika sang 
presiden pada tahun 1955 silam, berkunjung ke kota terbesar kedua di Russia ini. Kala itu, 
Soekarno sedang menikmati indahnya kota St. Petersburg yang didirikan oleh Peter the Great 
pada abad 17. Dari dalam mobil itu, Soekarno sekelebatan melihat sebuah bangunan yang 
unik dan tidak ada duanya, yang kelak diketahuinya sebagai Mesjid yang telah dijadikan 
sebuah gudang senjata.
Setelah dua hari menikmati keindahan kota St. Petersburg yang saat itu masih bernama 
Leningrad, Soekarno terbang ke Moskow untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi guna 
membahas masa depan kerja sama bilateral dan berbagai posisi kunci dalam Perang Dingin 
yang terus memuncak. Dalam pertemuan itulah Soekarno melontarkan kekecewaannya pada 
penguasa tirai besi Soviet Nikita Kruschev, perihal mesjid indah yang dilihatnya. Seminggu 
setelah kunjungan usai. Sebuah kabar gembira datang dari pusat kekuasaan, Kremlin di 
Moskow. Seorang petinggi pemerintah setempat mengabarkan bahwa satu-satunya masjid di 
Leningrad yang telah menjadi gudang pasca revolusi Bolshevic tersebut bisa dibuka lagi untuk 
beribadah umat Islam, tanpa persyaratan apapun. Sang penyampai pesan juga tidak mem
berikan alasan secuilpun mengapa itu semua bisa terjadi. Tetapi, umat muslim hingga saat ini 
sangat berterima kasih dan meyakini bahwa Soekarno orang dibalik semua ini. Maka tak heran 
jika muslim di St. Petersburg menjuluki mesjid ini dengan Mesjid Biru Sukarno.

2. Mesir 
Jalan Ahmad Soekarno




















Puncak harmonisnya hubungan RI – Mesir, terjadi ketika kedua negara ini dipimpin oleh 
Ir. Soekarno dari Indonesia dan Gammal Abdul Nasser dari Mesir. Untuk diketahui, Presiden 
Indonesia pertama dikenal di Mesir dengan nama Ahmad Soekarno. Penambahan nama 
Ahmad dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk memperkuat nuansa keislaman
 sehingga menarik perhatian masyarakat Mesir bahwa Presiden Indonesia beragama Islam, 
seragam dengan nama Wakil Presiden yang diawali nama Mohammad, lengkapnya Mohammad
 Hatta. Keduanya (Ahmad dan Muhammad) merupakan nama-nama Islami.
Tercatat, enam kali Soekarno menggunjungi negeri firaun ini.Selain itu, persahabatannya 
dengan Nasser dan aktifitas keduanya sebagai pemrakarsa di Konferensi Asia-Afrika, 
membuat nama Presiden Soekarno begitu harum di mata pemerintah dan rakyat Mesir, 
sehingga namanya diabadikan sebagai nama jalan di Mesir. Letaknya bersebelahan dengan 
Jalan Sudan, Daerah Kit-Kat Agouza Geiza. Jalan ini bisa dicapai dari kawasan mahasiswa di 
al-Hay al-Asyir (Sektor 10) Madinat al-Nashr (Nasr City) dengan menaiki bus hijau nomor 109 
dan 167.

3. Maroko 
Jalan Soekarno




















Jika di Jakarta ada jalan bernama Casablanca, sebuah kota terkenal di Maroko, maka di 
Maroko juga terdapat nama-nama jalan berbau Indonesia. Tak tanggung-tanggung nama 
presiden pertama Indonesia, Soekarno, ‘dicatut’ menjadi nama jalan di Ibokota Maroko, Rabat. 
Rupa-rupanya Maroko terkesan dengan sosok Soekarno. Nama jalan tersebut diresmikan 
sendiri oleh Bung Karno bersama Raja Muhammad V saat kunjungan beliau ke Maroko pada 2 
Mei 1960. Nama jalannya waktu itu: ‘sharia Al-Rais Ahmed Sukarno’ yang sekarang terkenal 
dengan nama Rue Suokarno. Jalan ini berdekatan dengan kantor pos pusat Maroko.
Dipilihnya nama Soekarno, karena Soekarno adalah pencetus Konferensi Asia Afrika (KAA) 
pada tahun 1955. Nama tersebut dipilih sebagai penghargaan terhadap Presiden Soekarno. 
Seperti diketahui, hasil KAA saat ini mulai dirasakan oleh negara-negara peserta, termasuk 
Maroko sendiri. Sebagai bentuk persahabatan dua bangsa, di Jakarta pun kita temui ruas jalan 
dengan nama Jalan Casablanca.

4. Pakistan
Jalan Soekarno
Pakistan begitu menghormati Bung Karno. Ada dua tempat di Pakistan yang dinamai dengan 
nama beliau yakni Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar, dan Soekarno Bazar, di 
Lahore. Penamaan Soekarno ini tidak lepas dari sepak terjang kedua negara. Pakistan sangat 
segan kepada sosok Bung Karno. Bahkan hingga kini kalangan militer Pakistan masih ingat 
jasa Bung Karno yang mengirim TNI AL berpatroli di laut selatan Pakistan saat konflik memanas 
antara Pakistan dan India di tahun 1965. Sebaliknya, pendiri Pakistan Quaid Azzam Ali Jinnah
 pernah meminta menahan seluruh pesawat Belanda yang singgah di Pakistan pada 1947, 
ketika Belanda ingin menyerang Indonesia.
Ilustrasi (Sumber: biography.com) Pemerintah Indonesia juga menghargai jasa prajurit Pakistan,
 yang ketika itu ikut rombongan sekutu. Rombongan ratusan prajurit Pakistan itu tadinya 
diperintahkan menyerang Indonesia ketika sekutu sampai di Surabaya November 1945. 
Namun mereka berontak dan memilih berperang di sisi Indonesia. Dari total 600 tentara 
Pakistan, sebanyak 500 orang gugur di Surabaya. Pada Agustus 1995, Indonesia memberikan 
medali Indenpendece War Awards kepada tentara Pakistan ini.

5. Kuba 
Perangko Soekarno




















Tahun 2008 lalu, pemerintah Kuba menerbitkan perangko seri Bung Karno dengan Fidel Castro 
dan salah seorang pemimpin gerilya Kuba kelahiran Argentina, Che Guevara. Perangko bernilai 
historis dan patriotik itu, diterbitkan untuk mengenang hubungan diplomatik kedua negara, sekali
gus berkenaan dengan perayaan HUT ke-80 Fidel Castro.
Bung Karno mengunjungi Havana, Kuba, pada tanggal 9 hingga 14 Mei 1960. Ia menjadi kepala
 negara pemerintahan asing pertama yang mengunjungi Kuba setelah Revolusi 1959. Di 
bandara udara, Bung Karno yang dianggap ikut menginspirasi revolusi Kuba disambut oleh 
tokoh-tokoh penting Kuba selain Presiden Osvaldo Dorticos, Perdana Menteri Fidel Castro 
Ruz, dan Gubernur Bank Nasional Che Guevara juga Menteri Luar Negeri Dr. Raul Roa Garcia.



Cek TKPnya : http://menujuhijau.blogspot.com/2012/01/5-negara-yang-mengabadikan-nama.html#ixzz2ZexB2fcP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...