Senin, 16 Desember 2013
Contoh Seorang Pemimpin Terbaik
SEJARAH PEMBANTAIAN MUSLIM BOSNIA 1992 – 1995
Bosnia-Herzegovina adalah salah satu negara kecil di Semenanjung Balkan, Eropa bagian Tenggara. Luas wilayahnya hanya 51.233 km persegi (sedikit lebih luas dari Propinsi Jawa Timur). Islam masuk ke kawasan Balkan (termasuk Bosnia) sekitar tahun 1389, ketika wilayah Balkan ada di bawah kekuasaan Turki Utsmani antara abad XII hingga akhir abad XIX.
Sabtu, 12 Oktober 2013
Raih Penghargaan, Malala Yousafzai Setara Mandela
5 Negara Kecil dengan Timnas yang Hebat
Timnas Belgia melakukan latihan (REUTERS/Francois Lenoir)
Sebuah tim nasional sepakbola yang kuat tidak selalu muncul dari negara besar. Bahkan, lima negara ini tetap memiliki Timnas yang hebat meski hanya memiliki jumlah penduduk sedikit.Berikut ini adalah lima negara kecil dengan timnas yang hebat seperti dikutip dari FTB Pro:
Minggu, 11 Agustus 2013
Mengembangkan Industri Pertahanan ?
Merah Putih dibentangkan sepanjang 7 km di perbatasan
Pontianak - Bendera Merah Putih sepanjang tujuh kilometer kini
berkibar di sepanjang jalan di perbatasan Indonesia-Malaysia di
Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sejak Kamis
(1/8).
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI--Malaysia (Malindo) memasang bendera tersebut dibantu warga Entikong di jalur darat lintas Malindo untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
"Bendera itu dipasang di sepanjang jalan menuju perbatasan mulai dari Tugu perbatasan antarkecamatan sampai di tugu Pancasila," kata Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia (Malindo) Letnan Kolonel Infanteri Renal Aprindo Sinaga di Entikong, Jumat.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut diikuti warga perbatasan Kecamatan Entikong, Muspika, Kades Entikong, pelajar dan ormas dan pemuda perbatasan.
"Masyarakat sangat antusias untuk memasang bendera di sepanjang jalur perbatasan. Ini menunjukkan warga di perbatasan, cinta dan setia dengan NKRI," ujarnya.
Sementara Camat Entikong Markus mengatakan, masyarakat di perbatasan tidak pernah ingin lepas dari NKRI. Meskipun kondisi infrastruktur masih minim dan terisolir, tidak melunturkan semangat warga di perbatasan.
"Warga sepenuhnya tetap cinta Merah Putih dan NKRI. Itu terbukti ketika warga diminta untuk mengibarkan bendera di sepanjang jalur perbatasan, semua melakukan dengan semangat," katanya.
Sekitar 500 bendera sudah terpasang sejak pukul 13.00 WIB dan sampai jelang 17 Agustus diperkirakan sekitar 2.000 bendera yang akan dikibarkan di sepanjang jalur perbatasan Entikong.
"Dimulai pemasangan 500 bendera di jalur darat," kata Markus lagi.
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI--Malaysia (Malindo) memasang bendera tersebut dibantu warga Entikong di jalur darat lintas Malindo untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
"Bendera itu dipasang di sepanjang jalan menuju perbatasan mulai dari Tugu perbatasan antarkecamatan sampai di tugu Pancasila," kata Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia (Malindo) Letnan Kolonel Infanteri Renal Aprindo Sinaga di Entikong, Jumat.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut diikuti warga perbatasan Kecamatan Entikong, Muspika, Kades Entikong, pelajar dan ormas dan pemuda perbatasan.
"Masyarakat sangat antusias untuk memasang bendera di sepanjang jalur perbatasan. Ini menunjukkan warga di perbatasan, cinta dan setia dengan NKRI," ujarnya.
Sementara Camat Entikong Markus mengatakan, masyarakat di perbatasan tidak pernah ingin lepas dari NKRI. Meskipun kondisi infrastruktur masih minim dan terisolir, tidak melunturkan semangat warga di perbatasan.
"Warga sepenuhnya tetap cinta Merah Putih dan NKRI. Itu terbukti ketika warga diminta untuk mengibarkan bendera di sepanjang jalur perbatasan, semua melakukan dengan semangat," katanya.
Sekitar 500 bendera sudah terpasang sejak pukul 13.00 WIB dan sampai jelang 17 Agustus diperkirakan sekitar 2.000 bendera yang akan dikibarkan di sepanjang jalur perbatasan Entikong.
"Dimulai pemasangan 500 bendera di jalur darat," kata Markus lagi.
Sumber : Antara
'Perketat Pengawasan Intelijen Asing'
JAKARTA -- Pengakuan Kementerian Pertahanan soal adanya operasi intelijen asing di Papua mendapat respons dari parlemen.
Anggota Komisi I DPRRI Nuning Kertopati menjelaskan, bekal data
tersebut harus dimanfaatkan oleh intel negara memperketat pengawasan.
Terlebih, adanya eskalasi ancaman di daerah konflik seperti Papua. "Maka pengawasan perlu ditingkatkan,"ujarnya saat dihubungi Republika,
Senin (27/5) malam. Menurutnya, intelijen asing biasanya datang ke satu
negara dengan cara pengelabuan. Hal tersebut juga berlaku untuk para
agen asing di Papua.
Langganan:
Postingan (Atom)